Laksanakan Sterilisasi Binatang Gratis, Anita : Konsumsi Daging Anjing Bukan Budaya Batak
- Herlambang Ichtiarto
- 29 Apr, 2025
Laksanakan Sterilisasi Binatang Gratis, Anita : Konsumsi Daging Anjing Bukan Budaya Batak
Yayasan Sahabat Satwa Toba Sumatera atau
yang lebih dikenal dengan Komunitas Toba Animal Friends mengadakan sterilisasi
gratis untuk hewan peliharaan dan kucing jalanan di jalan Bypass, dekat kantor
Samsat, Balige, Senin (5/5/2025). Founder Yayasan Sahabat Satwa Toba Sumatera
Anita Panggabean mengatakan bahwa sterilisasi ini dilakukan mengendalikan
populasi hewan peliharaan di zaman sekarang.
"Anjing kan bisa beranak pinak 2 kali
dalam setahun, sehingga sulit buat masyarakat kita untuk kasih makan semua
anjing itu. Jadi salah satu cara orang Batak mengontrol banyaknya anjing itu
adalah dengan memakannya. Ini enggak cocok lagi dilakukan di masa ini. Maka
kita lakukan sterilisasi mengontrol jumlah anjing” Ujar Anita dalam wawancara
dengan Del FM, Senin (28/4/2025)
Sterilisasi gratis ini juga dilakukan untuk
membebaskan Indonesia dari konsumsi daging anjing dan kucing yang dianggap
berlebihan.
“Kita kan di Indonesia sedang menuju bebas
rabies dan bebas dari daging anjing. Ini karena daging anjing itu tidak
termasuk defenisi untuk pangan peternakan dan kehutanan. Jadi anjing dan kucing
adalah hewan peliharaan, yang bukan untuk di konsumsi.” Pungkasnya.
Menurut Anita, daging anjing tidak pernah
dinyatakan layak untuk konsumsi masyarakat luas. Belum lagi supply penjualan daging anjing untuk
konsumsi banyak melibatkan tindakan pencurian.
“Daging anjing ini kebanyakan adalah hasil
pencurian, atau anjing-anjing yang datang dengan mobil pick up yang datang dari
Sumatera Barat dalam kondisi sakit-sakitan, yang biasanya dijual ke
pengepul-pengepul anjing tanpa melalui proses pengecekan kesehatan. Konsumsi
daging anjing ini nantinya bisa menyebabkan banyak penyakit tersebar ke
masyarakat.” Ungkap Anita.
Anita mengatakan bahwa orang Batak tidak
pernah memakan anjing ketika dulu memeluk agama parmalim. Hal ini disebabkan
adanya peraturan adat untuk tidak mengonsumsi segala jenis binatang yang
bertaring.
“Tapi setelah banyak yang pindah agama dan
waktu itu kondisi krisis ekonomi dan krisis pangan, maka orang Batak terpaksa
memakan yang ada untuk bisa bertahan hidup. Populasi anjing masa itu juga
meningkat. Akhirnya orang Batak memutuskan untuk memakan anjing juga untuk
mengontrol populasinya.” Kata Anita.
Anit menambahkan bahwa turis mancanegara kaget
dan menangis ketika tau bahwa orang Batak masih mengonsumsi daging anjing. Ia
menyimpulkan, bahwa daerah wisata harus bersih dari konsumsi daging anjing,
agar kunjungan turis mancanegara tidak berkurang, tapi semakin bertambah.
Selain sterilisasi hewan peliharaan,
Komunitas Toba Animal Friends juga melakukan sterilisasi kepada kucing-kucing
jalanan. Mereka akan menangkap kucing-kucing tersebut pada Minggu (4/5/2025),
lalu melakukan sterilisasi pada keesokan harinya.
“Kalau ada yang mau ikut membantu menangkap
kucing, boleh ya. Untuk sterilisasi, syaratnya harus puasa dulu ya hewan
peliharaannya. Terus, pastikan juga hewan peliharaan kamu dalam kondisi sehat.”
Tambah Anita.
Untuk bisa ikut sterilisasi, pastikan
anjing atau kucingmu memiliki nafsu makannya baik, tidak diare atau muntah,
usia minimal 5 bulan untuk jantan, minimal 6 bulan untuk betina, tidak dalam
kondisi hamil atau menyusui, tidak dimandikan 1 hari sebelum sterilisasi, dan
jika sudah di vaksin, pastikan jarak vaksin dan sterilisasi minimal 3 bulan.
“Makan anjing bukan tradisi kita. Konsumsi
daging anjing hanya akan mendukung tindakan kriminalitas dari para pemalas yang
mencuri anjing dari jalanan. Bahkan sop anjing tidak terbukti dapat mengobati
penyakit apapun. Jadi, ayo lebih bijak, ayo kita tolak konsumsi daging anjing.”
Pesan Anita.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *