Mirip Malioboro, Pemerintah Rencanakan Balerong Balige Jadi Pusat Budaya dan Kuliner

top-news

Pemerintah berencana menjadikan Balerong Balige sebagai spot pariwisata yang yang akan berfokus pada budaya dan kuliner. Keseriusan rencana ini dipaparkan dalam presentasi Arah Pengembangan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIPDN) di Danau Toba oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Hotel Labersa Balige, Senin (30/6/2025).

Pemerintah merencanakan Balige untuk mengadopsi urban heritage tourism sebagai konsep pariwisatanya.

Konsep pariwisata ini melibatkan penggunaan aset sejarah dan budaya kota sebagai daya tarik bagi pengunjung. Aset sejarah yang dimaksud dapat berupa bangunan, monumen, tradisi, dan lain-lain.

Konsep ini sangat cocok diterapkan di Balerong Balige sebagai aset sejarah dan budaya kota. Dalam pemaparan Bappenas, terlihat ilustrasi Balerong Balige yang akan menjadi poros utama kota, juga pusat budaya layaknya Malioboro di Yogyakarta.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Toba, Salomo Simanjuntak juga membenarkan rencana pengalihfungsian Balerong Balige menjadi pusat budaya dan kuliner di Balige, Kabupaten Toba.

“Benar, Balerong Balige itu akan jadi tempat seni dan tempat jualan kuliner juga. Pembangunannya akan kita lakukan dalam jangka waktu yang panjang. Karena dana kita juga terbatas akibat efisiensi sekarang ini.” Ungkap Salomo dalam wawancara dengan Del FM, Jumat (20/6/2025).

Salomo mengatakan bahwa pembangunan ini sudah direncanakan dari awal oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam rencana pemanfaatan Balerong sebagai objek wisata.

“Tapi, keterbatasan kita untuk merombak pasar Balerong yang dibangun oleh Kementerian PU itu adalah karena belum ada serah terima barang dari PU ke Pemkab Toba” Lanjut Salomo.

Rencana pembangunan nasional ini bertepatan dengan rencana penataan pasar yang dilakukan oleh Pemkab Toba. Pembangunan Balerong Balige akan dimulai dengan membangun tembok, guna memisahkan pasar Balige dengan bangunan Balerong.

“Tembok di depan bangunan Balerong Balige akan dibuka. Tapi harus dibuat dulu tembok di antara Balerong Balige dan bangunan pasar. Pedagang di Pasar Balige nanti akan kita pindahkan ke dalam bangunan pasar.” Jelas Salomo

Salomo mengatakan, rencana pembangunan Balerong Balige ini akan mulai berjalan setelah Pemkab Toba selesai menata Pasar Laguboti dan Sibuea.

Balerong Balige sendiri merupakan bangunan yang dibangun Belanda pada tahun 1936, yang bertujuan sebagai pusat teater dan pertunjukan opera. Peruntukkan Balerong Balige berubah menjadi pasar tradisional atas kesepakatan Raja Huta di sekitar Balige, tepat setelah kepergian Belanda pada tahun 1942.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Herlambang ITC

👍👍👍👍👍