Siswa Toba dan Samosir Mulai Terapkan Lima Hari Sekolah Mulai 14 Juli
- Herlambang Ichtiarto
- 11 Jul, 2025
Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah VIII Balige memastikan penerapan sistem lima hari sekolah di Kabupaten Toba dan Samosir akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru 2025–2026. Kepala Cabdisdik Wilayah VIII, Jon Suhartono mengatakan kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari pertama masuk sekolah SMA dan SMK, Senin, 14 Juli 2025.
“Lima hari sekolah akan kita jalankan sesuai
ketentuan dari Kementerian Pendidikan. Meski jumlah hari berkurang, total jam
pelajaran dalam seminggu tetap harus dipenuhi,” ujar Jon, Rabu (9/7/2025),
dilansir dari Mistar.id
Jon menjelaskan jam belajar mingguan untuk
siswa SMA berkisar antara 44–45 jam, sementara untuk SMK antara 46–48 jam.
Kebijakan ini membuat jam pulang siswa bakal lebih lema dari biasanya, agar
seluruh mata pelajaran dapat tercakup dalam lima hari.
“Kalau sebelumnya siswa pulang sekitar
pukul 14.00 WIB, dengan sistem lima hari, kepulangan akan menjadi sekitar pukul
16.00 WIB,” ungkapnya.
Mendukung kebijakan ini, pihak sekolah
mendorong siswa membawa bekal makanan (bontot) dari rumah untuk memenuhi kebutuhan
gizi dan menjaga konsentrasi mereka tetap baik selama proses pembelajaran.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari
pemerintah saat ini baru diterapkan di satu sekolah, yakni SMA Negeri 2 Balige.
Maka untuk sekolah lain, membawa bontot menjadi solusi sementara hingga program
MBG merata,” kata Jon.
Jon juga menegaskan pihaknya telah
melakukan sosialisasi kepada orang tua calon peserta didik baru terkait
penerapan sistem lima hari sekolah, dan seluruh pihak sepakat untuk mengikuti
kebijakan tersebut sesuai regulasi yang ada.
Untuk memantapkan dan menyesuaikan sistem
lima hari sekolah, sistem lima hari sekolah akan diperkenalkan pada pelaksanaan
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), 10 – 11 Juli 2025.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *