Tol Kutepat Tuntas Jelang Nataru, Waktu Perjalanan Medan - Toba Hanya 2 Jam!
- Herlambang Ichtiarto
- 21 Jul, 2025
Akhir tahun ini, waktu perjalanan Medan Toba yang biasa memakan waktu enam jam bakal dipangkas menjadi 2 jam saja. Pasalnya, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat) sepanjang 103,52 kilometer siap dibuka secara fungsional pada akhir tahun, bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita (Hamawas),
Dindin Solakhuddin, mengatakan pembangunan Seksi 4 Dolok Merawan-Pematang
Siantar segmen Sinaksak-Simpang Panei sudah hampir rampung.
"Hingga Juli 2025, progres pembangunan
Seksi 4 sudah mencapai 99,19% dan diharapkan ruas tol ini dapat dioperasikan
secara fungsional pada momen Natal 2025 dan Tahun baru 2026," ujar Dindin,
Senin (21/7/2025), dilansir dari Detik Finance.
Saat ini, Hamawas sudah mengoperasikan Tol
Kutepat pada Seksi 1 hingga Seksi 3, serta sebagian Seksi 4 yang menghubungkan
Tebing Tinggi-Dolok Merawan-Sinaksak sepanjang 90,63 kilometer. Pembangunan tersisa
sepanjang 13 kilometer pada segmen Sinaksak-Simpang Panei.
Dindin mengatakan, rampungnya Tol Kutepat bakal
menjadi motor pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, terutama tujuh Kabupaten
sekitar Danau Toba. Akses jalan yang baik akan memicu lonjakan wisatawan, yang
akan nantinya bakal menghidupkan ekonomi masyarakat, terutama dari sektor UMKM,
hotel, restoran, hingga industri kreatif lokal.
"Jalan tol ini tidak hanya
meningkatkan efisiensi perjalanan, tetapi juga memperbesar peluang kunjungan
wisatawan ke Danau Toba, baik domestik maupun mancanegara," ungkap Dindin.
General Manager Badan Pengelola Toba
Caldera Unesco Global Geopark (UGG), Azizul Kholis, menyambur percepatan
pembangunan Tol Kutepat dengan semangat. Ia memaparkan dampak positif jalan tol
tersebut sudah terasa di daerah sekitar Danau Toba, bahkan dalam masa
pembangunan jalan tol yang terbilang hampir selesai.
"Hanya dalam waktu satu bulan, selama
liburan Juni-Juli 2025, Kabupaten Samosir berhasil membukukan pendapatan sebesar
Rp 887 juta," ungkap Azizul.
Ia menegaskan, percepatan konektivitas
seperti ini terbukti menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan
UMKM, hingga memperkuat ekonomi lokal.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
