Perdana Digelar, Festival Kopi Tanah Para Raja Sukses Ukir Sejarah di Samosir
- Herlambang Ichtiarto
- 29 Jul, 2025
Festival Kopi Tanah Para Raja (FKTPR) menjadi festival kopi bergengsi pertama yang diselenggarakan oleh komunitas Kopi Tanah Para Raja dari tiga wilayah di Tapanuli, bekerja sama dengan Bank Indonesia Sibolga dan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Festival kopi yang berlangsung dari Jumat hingga Sabtu, 25 – 27 Juli 2025 di Hotel Labersa Samosir ini berhasil mengumpulkan barista dan komunitas kopi ternama yang ada di Indonesia.
Kompetisi dalam FKTPR dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Kingsland Brewers Cup, Kingsland Cup Tasting Championship, dan Kompetisi Tarung Tiga. Koordinator Juri Kingsland Brewers Cup, Sendydjaja Susilo mengaku kaget dengan kualitas peserta yang mengikuti event perdana di Samosir ini.
“Secara kualitas, saya sih cukup terkejut dengan berbagai macam barista datang dengan berbagai background. Dan mereka udah memberikan yang terbaik menggunakan coffee dari daerah Sumut ini, dan memberikan coffee yang enak-enak.” Ungkap Sendydjaja, Minggu (27/7/2025).
Sendydjaja berujar bahwa peserta-peserta yang mengikuti Kingsland Brewers Cup punya daya kompetisi yang luar biasa. Selain barista lokal di wilayah Sumut, ada juga yang datang dari Jakarta, Padang, Bandung, dan berbagai kota besar lainnya untuk berkompetisi di sini.
Antusiasme para barista ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, 6 peserta yang masuk dalam putaran final Kingsland Brewers Cup mempunyai kesempatan untuk dapat mengikuti kompetisi Brewers bergengsi di tingkat nasional.
Syntia Nola Setiawan, salah satu brewster dari Rumah Sangrai Bloom Jakarta mengatakan tidak pernah menyangka bisa menjadi juara satu.
“Aku enggak nyangka sama sekali, karena tadi pas final enggak sebagus sebelumnya. Tapi ternyata Tuhan masih kasih kesempatan untuk bisa jadi juara.” Kata Nola.
“Setelah dari sini kan kita masuk ke (kompetisi) Nasional. Targetnya udah pasti jadi juara satu nasional untuk mewakili Indonesia ke World. Semoga bisa jadi yang terbaik.” Lanjut Nola.
Nola juga mengaku terkagum dengan antusiasme komunitas kopi di Sumatera Utara, khususnya wilayah sekitar Danau Toba.
“Antusias komunitas Sumatera Utara ini juga ternyata luar biasa soal perkopian. Aku juga ada buka booth, dan kulihat pembeliannya juga lumayan. Orang-orang yang ikut kompetisi ini juga banyak, dan pulau Samosir yang begitu indahnya, sangat sangat memukau acara dan lokasinya ini.” ucap Nola.
Sendydjaja berharap event-event kopi seperti ini dapat terus dilangsungkan, agar industri perkopian di Sumatera Utara dapat semakin berkembang.
“Harapan saya pastinya, lebih sering lagi acara-acara seperti ini. Dengan acara kayak gini, mereka bisa memberikan effort, kemudian kita juga memberikan feedback, kita saling membangun untuk industri kopi yang lebih baik.”
Sebagai informasi, FKTPR merupakan kompetisi kopi tingkat regional yang berusaha mempromosikan kopi khas Sumatera Utara. Barista harus mencampur kopi pilihan mereka dengan kopi lokal Sumatera Utara untuk menciptakan racikan speciality coffee mereka masing-masing.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
