Rawat Tradisi Bercerita Batak, 78 Pelajar Ikut Lomba Marturiturian di Toba

top-news
  • D E
  • 31 Oct, 2025

Untuk merawat dan melestarikan sastra Batak, khususnya marturiturian atau tradisi bercerita dalam bahasa Batak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba menggelar Lomba Marturiturian tingkat pelajar SMP se-Kabupaten Toba di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Balige, Kamis (30/10/2025).

Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui sambutan yang dibacakan Plh. Sekda, menyebut lomba ini sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lisan Batak yang sarat nilai moral dan pelajaran hidup. “Semoga kegiatan ini melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, kritis, dan berkarakter,” ujarnya.

Bunda Literasi Kabupaten Toba, Astita Effendi Napitupulu, menegaskan bahwa marturiturian merupakan bentuk literasi berbasis kearifan lokal. Menurutnya, kemampuan memahami dan mengolah cerita rakyat adalah cara menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Batak.

Lomba yang diikuti 78 pelajar dari 42 sekolah ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus. Ia menyebut kemampuan bercerita merupakan wujud kecerdasan dan kepercayaan diri pelajar dalam melestarikan budaya.

Adapun enam peserta yang berhasil menjadi pemenang Lomba Marturiturian 2025 yaitu Marvel Gabriel Aritonang (SMP Negeri 1 Balige), Pandu Natanael Rambe (SMP Bona Pasogit Sejahtera), Jessie Nora Jublessy Pasaribu (SMP Bona Pasogit Sejahtera), Callysta Tour Manuela Harianja (SMP Negeri 1 Balige), Wilda Sophia RS (SMP Negeri 4 Balige), dan Herris Aurel Kasih Gulo (SMP Negeri 1 Silaen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *