Stop Jadikan Makanan, Saatnya Jadi Teman: Toba Animal Friends Sterilkan 243 Anjing & Kucing
- D E
- 05 Nov, 2025
Stop Jadi Hidangan, Saatnya Jadi Kawan: Toba Animal Friends Selamatkan Ratusan Hewan di Sumut
Toba Animal Friends (TAF) Sumatera terus menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan kasih dan edukasi soal kesejahteraan hewan. Pada 24–25 Oktober 2025, TAF bersama Mate’Gift melaksanakan program sterilisasi di Lumban Sinaga, Samosir, dengan hasil 47 anjing dan 18 kucing berhasil disterilkan.
Kegiatan ini merupakan program kedua di lokasi tersebut, bagian dari gerakan untuk mengendalikan populasi hewan peliharaan agar masyarakat tak lagi menjual anjing mereka untuk dikonsumsi.
Sepanjang tahun 2025, TAF telah mensterilkan total 243 hewan di berbagai wilayah seperti Medan, Samosir, Parapat, Balige, dan Tarutung. Mayoritas adalah anjing, karena populasi yang cepat berkembang sering kali membuat warga kewalahan dan akhirnya memilih menjualnya.
Pendiri TAF, Anita Panggabean, menegaskan bahwa sterilisasi bukan hanya tindakan medis, tetapi gerakan sosial yang membawa perubahan cara pandang.
“Kami ingin masyarakat melihat anjing bukan lagi sebagai bahan makanan, tapi sebagai sahabat yang bisa hidup berdampingan dengan kita,” ujarnya.
Dalam budaya Batak, anjing memiliki tempat penting sejak zaman dahulu. Mereka berperan sebagai penjaga rumah, ladang, dan ternak — bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Namun karena anjing bisa melahirkan dua kali dalam setahun, populasi mereka meningkat pesat. Di sinilah muncul celah yang dimanfaatkan oleh sebagian pihak yang tidak memiliki dasar medis, dengan menyebarkan gosip dan mitos seperti “sup anjing bisa menyembuhkan penyakit demam berdarah (DBD)”.
Mitos ini kemudian dimanfaatkan sebagai alasan untuk menjual dan mengonsumsi daging anjing.
Padahal, menurut UU Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, anjing bukan hewan konsumsi. Selain melanggar hukum, perdagangan dan konsumsi daging anjing juga berisiko tinggi menularkan rabies dan penyakit lainnya.
Melalui gerakan sterilisasi ini, Toba Animal Friends ingin memutus rantai kekerasan sekaligus mitos yang menyesatkan, menggantinya dengan empati, edukasi, dan aksi nyata.
“Perubahan selalu dimulai dari rumah. Kalau dulu anjing dianggap ‘biasa dimakan’, sekarang saatnya kita melihat mereka sebagai bagian dari keluarga,” tutup Anita.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Sumatera Utara untuk ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, manusiawi, dan penuh kasih terhadap hewan.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
