Curah Hujan Ekstrem Picu Longsor di Sibolga, Menimbulkan Korban Jiwa dan Kerusakan Pemukiman
- Marina Pasaribu
- 26 Nov, 2025
Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Sibolga sejak Senin, 24 November 2025 pukul 06.00 WIB hingga Selasa (25/11/2025) siang mengakibatkan serangkaian bencana tanah longsor di sedikitnya enam lokasi berbeda. Hujan yang tidak berhenti membuat sejumlah lereng tidak mampu menahan beban air, sehingga material tanah dan batu menerjang permukiman warga. Upaya evakuasi masih terus dilakukan dan beberapa korban dilaporkan masih dalam pencarian.
Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, SH, SIK, MH melalui Kabag Ops Polres Sibolga AKP Agus Adhitama, SE menjelaskan bahwa terdapat enam titik longsor besar yang menimbulkan kerusakan cukup serius. Titik pertama berada di kawasan Tangga Seratus–Cafe Rumah Uci, Jl. Lintas S.M. Raja, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota. Longsor besar di lokasi ini menimpa Cafe Uci dan bengkel Beliham, mengakibatkan tiga kendaraan dan dua rumah rusak serta dua warga masih dalam pencarian. Di Bukit Aido Sibolga, longsor menerjang permukiman warga dengan kerusakan lima rumah namun tanpa korban jiwa.
Lokasi lain yang terdampak adalah Belakang Masjid Budi Sehati, Jl. S.M. Raja, Kelurahan Pancuran Gerobak, di mana tiga rumah rusak dan tiga warga menjadi korban, terdiri dari dua orang hilang serta satu orang yang telah dibawa ke rumah sakit. Di depan Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga (STPS), dua rumah mengalami kerusakan berat dan satu warga meninggal dunia. Titik berikutnya yang menjadi salah satu lokasi terparah adalah Belakang SMP Negeri 5 Sibolga di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan. Longsor di wilayah ini merusak lima rumah secara berat dan menyebabkan empat korban meninggal dunia, sementara dugaan adanya korban lain yang masih tertimbun masih dalam proses verifikasi. Adapun di Kampung Paten Huta Tonga Tonga, Kecamatan Sibolga Utara, dua rumah rusak berat dan dua warga mengalami luka-luka.
Personel Polres Sibolga bersama TNI, BPBD, dan Satpol PP telah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, serta pembersihan material longsor di seluruh titik terdampak. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak menempati rumah yang berada dekat dengan lereng atau tebing mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang belum mereda. Pemerintah setempat saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat sambil menunggu cuaca kembali membaik guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
