Luhut : Separuh Dari 500 Triliun Dana Bansos Tak Tepat Sasaran, Digitalisasi Bansos Jadi Solusi
- Ido Hutapea
- 11 Feb, 2025
Dari seluruh total anggaran bansos,
separuhnya bahkan tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Selama lima tahun terakhir, saya melihat
sendiri bagaimana efektivitas program perlindungan sosial menghadapi tantangan
besar. Dari total Rp500 triliun anggaran bansos, hanya separuh yang benar-benar
sampai ke tangan yang berhak. Data ganda, penerima yang tidak memenuhi syarat,
hingga mereka yang bahkan tidak memiliki NIK menjadi kendala utama.” Ungkap
Luhut lewat media sosialnya, Sabtu (8/2/2025).
Luhut mengatakan diperlukan sistem
digitalisasi terintegrasi dalam tata kelola bansos. Hal ini dilakukan untuk
memantau tata kelola dari awal sampai akhir, juga memastikan bahwa setiap
bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan.
Pemerintah mewujudkan digitalisasi tata
kelola bansos dengan membangun Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional
(DTSEN). DTSEN ini nantinya akan terhubung dengan Data Terpadu Kesejahteraan
Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Penyasaran Percepatan
Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Agar data yang diperoleh semakin akurat,
penggabungan besar data ini akan kembali diujikan dengan basis data
kependudukan (SIAK) milik Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
(Kemendagri RI).
“Saya bersyukur, BPS telah menyelesaikan
finalisasi integrasi data ini, termasuk detail seperti nama, pendidikan
terakhir, dan pekerjaan.” Ucap Luhut.
Pemerintah juga berencana menyingkronkan
data tersebut dengan data yang ada di program perlindungan sosial lainnya,
seperti bantuan sembako, subsidi listrik, dan LPG. Hal ini dilakukan untuk
menjaga kualitas data semakin baik.
Presiden Prabowo meminta agar proses
digitalisasi tata kelola bansos ini dapat rampung pada 17 Agustus 2025
mendatang. Proses digitalisasi ini juga merupakan bagian dari program Government
Technology (GovTech).
“Kami bekerja keras agar sistem ini menjadi
solusi jangka panjang, memastikan bansos benar-benar membantu mereka yang
membutuhkan, tanpa kebocoran dan tanpa penyimpangan.” Tutur Luhut.
Luhut percaya bahwa digitalisasi ini adalah
solusi yang tepat untuk tata kelola bansos yang lebih tepat sasaran dan
transparan.
“Saya percaya dengan langkah besar ini,
kita sedang membangun fondasi baru bagi sistem perlindungan sosial yang lebih
akurat, transparan, dan berkeadilan.” Kata Luhut
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
