Hujan Deras Selama 3 Jam, Banjir Bandang Parapat Rusak 50 Rumah Warga
- Herlambang Ichtiarto
- 17 Mar, 2025
Hujan Deras Selama 3 Jam, Banjir Bandang Parapat Rusak 50 Rumah Warga
Banjir Bandang menerjang kawasan pariwisata
Parapat, tepatnya di Jalan Sisingamaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon,
Kabupaten Simalungun, Minggu (16/3/2025) pada pukul 17.00 WIB. Akibatnya,
sebanyak 50 unit rumah warga mengalami kerusakan.
Selain rumah, banjir membuat sejumlah
kendaraan terjebak, dan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Parapat
juga terendam. Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD), Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, banjir
terjadi akibat hujan deras yang sering mengguyur kawasan itu beberapa hari ini.
"Hujan deras terjadi sekitar tiga jam.
Sehingga Sungai Batu Gaga meluap. Dari laporan sementara, tercatat 50 unit
rumah warga dan beberapa fasilitas lainnya rusak. Sedangkan korban jiwa
nihil," kata Sri Wahyuni, dikutip dari CNN Indonesia.
Derasnya curah hujan membuat banjir memicu
tanah longsor yang membawa material tanah dan bebatuan. Banyaknya tanah dan
bebatuan yang menumpuk mengakibatkan lumpuhnya
jalur lalu lintas Parapat – Siantar.
"Begitu juga sebaliknya arus dari arah
Parapat menuju arah Pematangsiantar di alihkan dari simpang Sitahuan menuju
arah simpang palang dan situasi arus lalulintas dalam keadaan aman dan lancar.
Saat ini personel kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi," ungkap Kasat
Lantas Polres Simalungun AKP Jonni FH Sinaga, dilansir dari CNN Indonesia.
Saat ini, banjir sudah mulai surut. Kapolsek
Parapat AKP Manguni Wiria Sinulingga mengatakan bahwa pihaknya telah
berkoordinasi dengan PUPR untuk
membersihkan material bekas banjir dan longsor.
"Untuk titik longsor yang menyebabkan
lalin (lalu lintas) terhambat ada di Nagori Sibaganding. Itu masih kita
upayakan untuk membuka akses jalan longsor itu. Kita sudah koordinasi dengan
PUPR untuk bantuan alat berat supaya mendorong lah sementara, sementara arus
lalu lintas kita alihkan, sehingga tidak terjadi penumpukan," pungkas
Manguni.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
pHqghUme
1
