92.4 Del FM Connecting You to Toba
Del FM
BERITA

Antisipasi Kemarau, PJT I, BMKG Dan Inalum Gelar OMC Tahap 2 Di Danau Toba

Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap II di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Operasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi musim kemarau yang lebih kering sekaligus menjaga ketersediaan air untuk mendukung kebutuhan energi, industri, dan pertanian.

OMC tahap II akan berlangsung selama 25 hari, terhitung sejak 21 September hingga 15 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, penyemaian awan dipusatkan di wilayah Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba untuk menjaga aliran air masuk (inflow) serta mempertahankan elevasi danau pada kondisi optimal.

Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi, menyampaikan bahwa OMC tahap II menargetkan elevasi Danau Toba tetap berada di kisaran 902,04 meter. Penyemaian awan tidak hanya dilakukan di atas permukaan danau, tetapi juga diprioritaskan di wilayah DTA guna mendorong terbentuknya aliran air yang berkelanjutan.

Pelaksanaan OMC berlangsung di tengah proyeksi BMKG mengenai potensi El Niño dengan intensitas moderat hingga kuat serta fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Desember 2026. Kedua fenomena tersebut berpotensi memengaruhi kondisi musim kemarau di wilayah Sumatera Utara.

DTA Danau Toba diketahui telah memasuki musim kemarau sejak pertengahan Mei 2026. Pada Juli hingga Agustus, curah hujan diperkirakan berada di kisaran 50–200 milimeter per bulan. Sementara itu, sifat hujan pada periode Agustus hingga Oktober diprediksi berada di bawah kondisi normal.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan OMC menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) untuk membantu mempercepat proses kondensasi pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Meski demikian, penyemaian hanya dilakukan ketika pertumbuhan awan memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

Budi mengatakan pelaksanaan OMC sejak September diharapkan dapat membantu mempertahankan ketersediaan air sebelum memasuki periode peningkatan curah hujan pada November. Kolaborasi PJT I, BMKG, dan PT Inalum ini menjadi bagian dari upaya memitigasi dampak kekeringan sekaligus menjaga ketersediaan air baku dan mendukung kebutuhan energi di Sumatera Utara.

Tinggalkan Komentar

Hubungi Del FM Online

Silakan pilih saluran chat yang Anda inginkan:

Chat via WhatsApp
Respon cepat via WA: 0811-6219-924
📣 LAPOR DEL FM
Portal Resmi

Sarana pengaduan, aspirasi, dan kritik masyarakat. Setiap laporan akan kami terima, verifikasi, dan tindak lanjuti secara transparan & responsif.