Balige, 11 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia,
Labersa Toba Fantasi menyelenggarakan kegiatan jalan sehat yang dirangkaikan
dengan berbagai aktivitas edukatif, hiburan, dan pelayanan kesehatan pada
Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan ini mendapat antusiasme masyarakat dengan
total penjualan tiket mencapai 929 tiket.
Mengangkat tema “Festival Suara
Jiwa: Dengarkan Suaranya, Pahami Keunikannya, Hadirkan Perubahan”, yang
diadaptasi dari kampanye Organisasi Kesehatan Dunia (World Health
Organization/WHO), kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa, mengurangi stigma terhadap
individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa, serta mendorong terciptanya
lingkungan yang lebih peduli dan inklusif.
Rangkaian acara diawali dengan jalan
sehat dan senam pagi yang diikuti oleh para peserta dari berbagai kalangan.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan kehadiran Mastiani Sirait sebagai
pembawa acara (MC) serta hiburan dari Band Balistik.
Selain aktivitas olahraga dan
hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan lomba mewarnai anak. Lomba tersebut
memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menjadi
bagian dari kegiatan keluarga dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Salah satu agenda utama dalam
kegiatan ini adalah talk show kesehatan jiwa bersama dr. Franky H. Sitepu,
Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa yang bertugas di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Porsea, Kabupaten Toba. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk
memahami pentingnya mendengarkan pengalaman setiap individu, menghargai
perbedaan, serta membangun kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan
keluarga dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, dr. Franky
menyampaikan:
“Setiap individu memiliki suara,
kebutuhan, dan aspirasi yang patut didengarkan, termasuk mereka yang mengalami
masalah kesehatan jiwa. Tekanan, konflik, dan persoalan hidup merupakan bagian
dari perjalanan setiap manusia, sehingga kesehatan jiwa menjadi hal yang dapat
dialami oleh siapa saja. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengurangi
stigma, membangun pemahaman, serta melibatkan individu dengan masalah kesehatan
jiwa dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan mereka. Dengan
mendengarkan, memahami, dan menghargai setiap suara, kita dapat menciptakan
lingkungan masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan mendukung pemulihan
kesehatan jiwa.”
— dr. Franky H. Sitepu, Sp.KJ
Spesialis Kedokteran Jiwa
Tidak hanya berfokus pada edukasi
kesehatan jiwa, kegiatan ini juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat melalui keterlibatan Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dan Puskesmas
Tandang Buhit. Pemeriksaan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan
tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta tes mata. Layanan ini
memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka
sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara
berkala.
Kepedulian terhadap kesehatan
masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh
PMI Kabupaten Toba dan RS. HKBP Balige bekerja sama dengan Labersa Toba Fantasi.
Dari 25 orang yang menjalani pemeriksaan sebagai calon pendonor, sebanyak 19
orang berhasil mendonorkan darah, sementara enam orang lainnya belum dapat
mendonor karena hasil pemeriksaan awal belum memenuhi persyaratan, seperti
tekanan darah atau kadar hemoglobin (Hb) yang tidak memenuhi kriteria, konsumsi
obat rutin, maupun kurangnya waktu istirahat.
Dari kegiatan tersebut, berhasil
dikumpulkan sebanyak 19 kantong darah yang terdiri atas delapan kantong
golongan O, enam kantong golongan A, empat kantong golongan B, dan satu kantong
golongan AB. Hasil ini diharapkan dapat membantu mendukung ketersediaan stok
darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain menghadirkan berbagai
kegiatan kesehatan dan hiburan, acara ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan
kegiatan. Kehadiran UMKM memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk
memperkenalkan produk mereka kepada para peserta sekaligus memperluas jangkauan
pemasaran. Partisipasi ini turut menambah keberagaman aktivitas selama acara
berlangsung serta mencerminkan dukungan terhadap pengembangan usaha lokal dan
pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Toba.
Keterlibatan Dinas Kesehatan
Kabupaten Toba, Puskesmas Tandang Buhit, PMI Kabupaten Toba, RS. HKBP Balige,
serta para pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam mendukung terselenggaranya
kegiatan yang mengintegrasikan edukasi kesehatan jiwa, pelayanan kesehatan
fisik, aksi kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kolaborasi ini
mencerminkan pentingnya sinergi antara penyelenggara, instansi terkait, pelaku
usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap
kesehatan dan kesejahteraan bersama.
Untuk menambah kemeriahan acara,
panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize menarik bagi para
peserta. Perpaduan kegiatan jalan sehat, senam pagi, lomba mewarnai anak, talk
show kesehatan jiwa, donor darah, pemeriksaan kesehatan, partisipasi UMKM, dan
hiburan menjadikan kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan yang mendorong
partisipasi masyarakat dalam berbagai aktivitas positif.
Melalui penyelenggaraan kegiatan
ini, Labersa Toba Fantasi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
kesehatan jiwa dan kesehatan fisik dapat terus meningkat. Peringatan Hari
Kesehatan Jiwa Sedunia ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap individu
memiliki suara yang patut didengarkan dan dihargai. Dengan membangun pemahaman,
mengurangi stigma, memperkuat kolaborasi berbagai pihak, serta mendukung
partisipasi pelaku usaha lokal, diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang
lebih peduli, inklusif, dan mendukung kesejahteraan bersama.
Tinggalkan Komentar