Musik Batak terus berkembang dengan warna dan eksplorasi yang semakin beragam. Tidak hanya identik dengan pop Batak yang akrab di telinga, sejumlah musisi mulai menghadirkan perpaduan genre yang unik, mulai dari nuansa Latin yang romantis hingga hip-hop modern yang penuh percaya diri.
Dalam Part 2 kali ini, ada tiga lagu dengan karakter musik yang berbeda dan berani keluar dari pakem. Bahkan, saat pertama kali mendengarkannya, kamu mungkin tidak langsung menyadari bahwa salah satunya merupakan lagu Batak. Yuk, kenalan dengan tiga lagu yang menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang berbeda!
1. Alsant Nababan – “Tubu Holong”
Terobosan Pop Batak dengan Sentuhan Bolero/Rhumba yang Romantis
Alsant Nababan menghadirkan warna berbeda melalui single “Tubu Holong”. Lagu ini mengeksplorasi nuansa Spanish-Mexican dengan sentuhan Bolero/Rhumba yang romantis dan klasik, memberikan suasana yang berbeda dari karakter pop Batak pada umumnya.
Perpaduan tersebut menghadirkan kesan hangat dan intim, seolah membawa pendengar ke suasana romantis khas Amerika Latin. Buat kamu yang menyukai musik dengan sentuhan Latin klasik seperti karya Julio Iglesias atau Marc Anthony, “Tubu Holong” bisa menjadi pilihan menarik untuk masuk ke playlist. Tidak hanya menawarkan eksplorasi musikal, lagu ini juga mengangkat kisah cinta, kesetiaan, dan komitmen untuk tetap bersama hingga hari tua. Temanya membuat “Tubu Holong” cocok menjadi pilihan lagu untuk momen pernikahan, terlebih jika dibawakan dalam format duet pasangan. Sebuah karya yang memperlihatkan bahwa musik Batak dapat hadir dengan nuansa romantis yang lebih luas.
2. Slayla (Sayla Siregar) – “Parjolo”
Batak Hip-Hop dengan Baddie Energy yang Penuh Percaya Diri
Berbeda dari nuansa romantis “Tubu Holong”, Slayla atau Sayla Siregar hadir dengan energi yang lebih berani melalui lagu “Parjolo”. Mengusung rap dan hip-hop modern, lagu ini memadukan bahasa Batak, Indonesia, dan Inggris dalam karakter musik yang ekspresif dan penuh percaya diri.
Kata “Parjolo” berarti “yang terdepan”. Makna tersebut sejalan dengan kesan yang dibangun melalui lagu ini, yakni keberanian untuk tampil menonjol, percaya pada diri sendiri, dan tidak takut menunjukkan identitas. Bagi pendengar yang menyukai hip-hop dengan karakter bold dan stylish, “Parjolo” menawarkan warna yang menarik. Energinya mengingatkan pada semangat musik RAMENGVRL yang dikenal dengan karakter berani dan ekspresif. Perpaduan bahasa serta sentuhan hip-hop modern juga memperlihatkan bagaimana identitas Batak dapat hadir dalam lanskap musik yang dekat dengan generasi muda. Batak pride dengan energi Gen Z!
3. Dansemuria – “Brother Vintage”
Funk-Disco Retro dengan Groove yang Mengajak Berdansa
Beranjak dari hip-hop modern, Dansemuria membawa pendengar menikmati nuansa retro melalui “Brother Vintage”. Band pendatang baru asal Yogyakarta ini mengeksplorasi warna funk-disco era 1970-an hingga 1980-an, lengkap dengan groove yang dinamis, bassline yang catchy, dan atmosfer musik yang stylish. Karakter musiknya cocok untuk kamu yang menyukai band seperti Parcels atau Jungle, terutama dengan perpaduan nuansa retro dan pendekatan musik modern. Ritmenya terasa menyenangkan dan mengundang pendengar untuk ikut bergerak mengikuti alunan musik.
Namun, “Brother Vintage” bukan hanya tentang musik yang asyik untuk berdansa. Di balik nuansa funk-disco yang ceria, lagu ini juga membawa cerita mengenai pencarian jati diri dan dinamika perasaan. Perpaduan tersebut memberikan lapisan makna yang membuat musiknya tidak sekadar mengandalkan groove, tetapi juga memiliki sisi emosional.
Melalui “Brother Vintage”, Dansemuria menunjukkan bahwa sentuhan musik vintage tetap bisa terasa segar dan relevan bagi pendengar masa kini.
Tinggalkan Komentar