92.4 Del FM • Connecting You to Toba
Del FM

Merawat Warisan Leluhur Lewat Tradisi Marpangir di Danau Toba

TOBA – Tradisi Marpangir kembali diperkenalkan melalui gelaran Event Budaya Marpangir 2026 di kawasan wisata Pantai Pakkodian, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada generasi muda dan wisatawan. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Toba turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut.

Marpangir bukan sekadar tradisi membersihkan diri, tetapi juga mengandung makna refleksi batin dan pembaruan diri. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini menggunakan ramuan dari bahan-bahan alami yang dikenal masyarakat setempat. Marpangir juga mencerminkan kedekatan masyarakat Batak dengan alam serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Antusiasme masyarakat dan wisatawan turut menyemarakkan kegiatan ini, dengan membawa perlengkapan seperti botol kosong, sarung atau mandar, serta pakaian mandi untuk mengikuti tradisi tersebut.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Marpangir mengandung nilai kearifan lokal dan penghormatan terhadap alam. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga dan diwariskan. Senada dengan itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menilai bahwa pelestarian tradisi lokal dapat memperkaya pengalaman wisatawan, yang tidak hanya menikmati keindahan alam Danau Toba, tetapi juga mengenal filosofi dan kehidupan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus mengatakan bahwa tradisi Marpangir dikenal dalam sejumlah kelompok masyarakat Batak, termasuk Batak Toba, Simalungun, dan Angkola. Keberadaan tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Batak. Selain menjadi bagian dari identitas leluhur, Marpangir juga berpotensi memperkuat daya tarik pariwisata budaya di kawasan Danau Toba melalui pengenalan tradisi dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toba sekaligus Ketua Panitia Marpangir 2026, Rikardo Hutajulu, menyampaikan bahwa Marpangir merupakan bagian dari warisan adat leluhur yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan kearifan lokal. Selain kegiatan adat, acara ini juga menghadirkan sesi Marnonang, yaitu diskusi mengenai Marpangir dari perspektif budayawan, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, Marpangir diharapkan tidak sekadar dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap dipahami, dilestarikan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya Batak.

Tinggalkan Komentar

Hubungi Del FM Online

Silakan pilih saluran chat yang Anda inginkan:

Chat via WhatsApp
Respon cepat via WA: 0811-6219-924
📣 LAPOR DEL FM
Portal Resmi

Sarana pengaduan, aspirasi, dan kritik masyarakat. Setiap laporan akan kami terima, verifikasi, dan tindak lanjuti secara transparan & responsif.